Sebelum Terbangkan Drone, Kenali Dulu 10 Istilah Survey Ini

Survey drone berkembang menjadi standar baru dalam dunia pemetaan, survei konstruksi, perkebunan, pertambangan, hingga inspeksi infrastruktur. Teknologi ini mempercepat pengambilan data dan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Namun, agar pemanfaatannya benar-benar optimal, operator maupun tim teknis perlu memahami istilah-istilah penting yang sering muncul dalam proses survey drone.
Pemahaman istilah bukan sekadar pengetahuan teknis. Hal ini membantu perencanaan misi lebih matang, proses pengambilan data lebih akurat, dan pengolahan fotogrametri menghasilkan output berkualitas tinggi. Artikel ini membahas sepuluh istilah kunci yang wajib dipahami sebelum Anda melakukan survey drone, disertai contoh penerapannya dalam proyek nyata.
Pengantar: Pentingnya Memahami Istilah Teknis
Survey drone melibatkan banyak proses mulai dari perencanaan jalur terbang, pengaturan kamera, konfigurasi sensor, hingga pengolahan data menjadi peta. Setiap tahap memiliki terminologi tersendiri yang sering membingungkan bagi pemula. Kesalahan dalam memahami istilah dapat berakibat:
- Data tidak akurat
- Area pemetaan tidak lengkap
- Kesalahan pengolahan fotogrametri
- Output tidak memenuhi standar perusahaan
- Waktu dan biaya terbuang sia-sia
Oleh karena itu, menguasai istilah teknis menjadi bagian penting dari kompetensi dasar operator drone, supervisor proyek, dan analis data.
Artikel ini akan membahas konsep-konsep penting seperti GCP, overlap, altitude, DSM–DTM, orthomosaic, serta istilah lain yang selalu muncul dalam workflow drone mapping.
10 Istilah Populer Beserta Penjelasan
Berikut adalah sepuluh istilah utama yang wajib Anda pahami sebelum melakukan survey drone.
- Ground Control Point (GCP)
GCP adalah titik kontrol berbasis tanah yang diukur menggunakan GPS geodetik atau GNSS berakurasi tinggi. Titik ini digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan akurasi spasial hasil fotogrametri.
GCP biasanya berupa target berbentuk kotak atau pola khusus yang terlihat jelas dari udara. Pada saat pengolahan data, koordinat GCP dimasukkan ke software untuk mengoreksi posisi dan orientasi foto udara.
- Overlap (Front Overlap & Side Overlap)
Overlap adalah tingkat tumpang tindih antara foto satu dengan foto lain. Dua jenis overlap yang digunakan dalam survey drone adalah:
- Front overlap: tumpang tindih antar foto di jalur depan
- Side overlap: tumpang tindih antar jalur samping
Standar overlap untuk survey fotogrametri adalah:
- Front overlap: 70–85%
- Side overlap: 60–80%
Semakin besar overlap, semakin tinggi akurasi dan kualitas rekonstruksi 3D.
- Orthomosaic
Orthomosaic adalah foto udara yang sudah dikoreksi secara geometris. Foto ini bebas distorsi perspektif, memiliki skala seragam, dan dapat digunakan sebagai peta 2D untuk analisis spasial.
Orthomosaic merupakan salah satu output utama dari survey drone dan banyak digunakan untuk pemetaan lahan, boundary checking, monitoring konstruksi, dan analisis area.
- Altitude (Ketinggian Terbang)
Altitude adalah tinggi terbang drone dari permukaan tanah atau laut. Dalam survey drone, altitude menentukan:
- Resolusi foto (GSD)
- Area cakupan
- Tingkat detail objek
- Risiko terhadap hambatan (pohon, tower, bangunan)
Semakin rendah altitude, semakin detail hasil foto, tetapi semakin sedikit area yang tercakup.
- GSD (Ground Sampling Distance)
GSD adalah ukuran piksel di permukaan tanah. Misalnya, GSD 2 cm berarti satu piksel pada foto mewakili area 2 cm di permukaan bumi.
GSD dipengaruhi oleh:
- Altitude
- Resolusi kamera
- Panjang fokus (focal length)
GSD rendah = detail lebih tinggi, tetapi menghasilkan lebih banyak foto yang harus diproses.
- DSM (Digital Surface Model)
DSM menampilkan permukaan bumi beserta semua objek di atasnya seperti pohon, bangunan, dan struktur. DSM digunakan untuk analisis elevasi, perencanaan konstruksi, volume, dan model 3D. - DTM (Digital Terrain Model)
DTM adalah model permukaan tanah yang sudah menghilangkan objek seperti vegetasi dan bangunan. DTM sangat penting untuk proyek:
- Desain jalan
- Perhitungan cut and fill
- Analisis hidrologi
- Perencanaan drainase
DTM memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibanding DSM karena memerlukan filter vegetasi dan objek.
- Waypoint
Waypoint adalah titik koordinat yang digunakan sebagai rute terbang drone. Dalam mode misi otomatis, drone bergerak dari satu waypoint ke waypoint lain sesuai pengaturan operator.
Waypoint menentukan:
- Jalur terbang
- Ketinggian
- Kecepatan
- Sudut kamera
Survey drone modern hampir selalu menggunakan waypoint untuk menjaga konsistensi data.
- Flight Plan (Peta Jalur Terbang)
Flight plan adalah rencana detail tentang bagaimana drone akan terbang sepanjang misi. Flight plan mencakup:
- Area pemetaan
- Pola grid atau double grid
- Tinggi dan kecepatan terbang
- Overlap
- Titik take-off dan landing
Flight plan yang benar menjamin data terkumpul secara lengkap dan efisien.
- Point Cloud
Point cloud adalah kumpulan titik 3D yang dihasilkan dari fotogrametri. Setiap titik memiliki koordinat XYZ yang mewakili permukaan objek.
Point cloud digunakan untuk:
- Rekonstruksi model 3D
- Analisis volume
- Perhitungan jarak dan kemiringan
- Pembuatan mesh
Point cloud dapat memiliki jutaan titik, tergantung ukuran area survei.
Contoh Penerapan Tiap Istilah
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penggunaan istilah dalam situasi nyata di lapangan:
- GCP: Pada proyek pemetaan topografi untuk pembangunan jalan, tim memasang 10 GCP agar akurasi peta mencapai tingkat sentimeter.
- Overlap: Surveyor mengatur front overlap 80% untuk memastikan vegetasi rendah tetap terbaca dengan jelas dalam rekonstruksi 3D.
- Orthomosaic: Perusahaan konstruksi menggunakan orthomosaic untuk memantau progres pembangunan setiap minggu.
- Altitude: Drone terbang pada 120 meter AGL untuk memetakan area 100 hektar dalam satu penerbangan.
- GSD: Proyek agrikultur membutuhkan GSD 2–3 cm untuk mengidentifikasi kondisi tanaman dan vegetasi.
- DSM: Tambang batu menggunakan DSM untuk menghitung volume stockpile bulanan.
- DTM: Kontraktor jalan menggunakan DTM untuk menentukan kebutuhan cut and fill pada trase baru.
- Waypoint: Drone diprogram melalui waypoint agar mengikuti pola grid teratur untuk foto overlap yang konsisten.
- Flight plan: Supervisor memeriksa flight plan untuk memastikan drone tidak memasuki area terbatas atau zona larangan terbang.
- Point cloud: Data point cloud digunakan untuk membuat model 3D bangunan lama yang akan direstorasi.
Contoh-contoh ini menggambarkan bagaimana istilah teknis memberikan dampak langsung pada hasil akhir survei.
Bonus: Glosarium Mini untuk Pemula
Berikut glosarium ringkas sebagai tambahan untuk membantu pemula memahami terminologi drone:
- AGL (Above Ground Level): Ketinggian drone dari permukaan tanah.
- AOI (Area of Interest): Area yang menjadi fokus pemetaan.
- Geotagging: Menambahkan informasi koordinat pada setiap foto.
- RTK (Real-Time Kinematic): Sistem koreksi GPS real-time untuk akurasi tinggi.
- PPK (Post Processing Kinematic): Koreksi GPS dilakukan setelah penerbangan.
- Focal Length: Panjang fokus lensa yang memengaruhi sudut pandang kamera.
- Yaw/Pitch/Roll: Gerakan orientasi drone.
- Mission Log: Catatan penerbangan untuk audit dan analisis.
- No-Fly Zone: Area terlarang untuk penerbangan drone.
- Failsafe: Fitur keselamatan seperti Return to Home (RTH).
Glosarium ini dapat diperluas sesuai kebutuhan tim atau jenis proyek.
Kesimpulan
Memahami istilah teknis menjadi langkah awal yang wajib dilakukan sebelum melakukan survey drone. Istilah seperti GCP, overlap, orthomosaic, altitude, GSD, DSM, DTM, waypoint, flight plan, dan point cloud bukan sekadar jargon, tetapi fondasi dari keseluruhan workflow pemetaan udara.
Dengan pemahaman istilah yang benar, perusahaan dapat:
- Merancang misi yang lebih aman
- Mendapatkan data dengan akurasi lebih tinggi
- Mempercepat proses pengolahan fotogrametri
- Menghasilkan peta 2D dan 3D berkualitas profesional
- Meningkatkan efisiensi tenaga kerja
Pengetahuan ini penting bukan hanya untuk operator, tetapi juga analis data, supervisor lapangan, dan manajer proyek. Semakin baik pemahaman teknis, semakin besar manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari survey drone.
Ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi proyek Anda dengan teknologi drone? Dapatkan panduan lengkap, layanan profesional, dan konsultasi gratis. klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial.
Referensi
- DJI Enterprise – Drone Surveying and Mapping Fundamentals
- Pix4D Documentation – Photogrammetry Concepts and Surveying Terms
- Agisoft Metashape Professional – User Manual and Workflow Guide
- USGS – Guide to Digital Elevation Models (DEM, DSM, DTM)
- ASPRS – Photogrammetry Standards and Best Practices