Pilihan Drone Terbaik untuk Survey: Kelebihan dan Kekurangan Setiap Tipe

Survey mapping berbasis drone semakin populer di berbagai industri mulai dari konstruksi, pertambangan, perkebunan, hingga perencanaan tata ruang. Teknologi ini menawarkan efisiensi tinggi dan mampu menghasilkan data geospasial presisi dalam waktu singkat. Namun, setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemahaman tentang jenis-jenis drone sangat penting agar operator dapat memilih perangkat yang sesuai dengan tujuan pemetaan.
Artikel ini membahas klasifikasi drone berdasarkan fungsi, perbedaan multirotor dan fixed-wing, kemampuan drone VTOL hybrid, hingga tips memilih drone terbaik untuk proyek profesional.
Klasifikasi Drone Berdasarkan Fungsi
Drone profesional yang digunakan dalam survey pemetaan biasanya dikelompokkan berdasarkan tujuan penggunaan, tipe mesin, dan cara terbang. Klasifikasi ini membantu operator memahami karakteristik setiap model dan memastikan drone bekerja optimal dengan kondisi lapangan.
Berikut klasifikasi utama drone untuk pemetaan:
1. Berdasarkan Tipe Struktur Terbang
- Multirotor (Quadcopter, Hexacopter, Octocopter)
Mengandalkan beberapa rotor untuk mengangkat dan mengontrol arah. Cocok untuk proyek skala kecil hingga menengah. - Fixed-Wing
Menggunakan sayap layaknya pesawat sehingga mampu terbang jauh dengan efisiensi tinggi. Ideal untuk area yang luas. - VTOL (Vertical Take-Off and Landing)
Perpaduan multirotor dan fixed-wing. Dapat lepas landas vertikal lalu melayang seperti pesawat.
2. Berdasarkan Fungsi Pemetaan
- Drone Fotogrametri
Mengambil citra tegak dan miring untuk menghasilkan peta 2D, orthomosaic, DSM, atau model 3D. - Drone LiDAR
Dilengkapi sensor laser untuk memetakan area berb vegetasi atau permukaan kompleks. - Drone Inspeksi
Menggunakan kamera zoom, thermal, atau sensor multispektral untuk kebutuhan inspeksi industri.
3. Berdasarkan Beban Sensor (Payload)
- Light Payload (kamera kecil sampai medium)
- Medium Payload (kamera full-frame, multispektral)
- Heavy Payload (LiDAR industri, thermal besar)
Dengan memahami klasifikasi ini, operator dapat menentukan jenis drone yang paling cocok untuk pekerjaan tertentu, terutama jika proyek membutuhkan akurasi tinggi atau jangkauan terbang yang jauh.
Drone Multirotor: Kelebihan & Kekurangan
Drone multirotor adalah jenis yang paling sering ditemukan di lapangan. Fleksibilitas dan kemudahan operasional membuatnya menjadi pilihan utama fotografer udara, surveyor, hingga tim inspeksi industri.
Kelebihan Drone Multirotor
- Mudah diterbangkan
Sistem kontrol stabil dan responsif membuat multirotor cocok untuk pemula maupun profesional. - Mampu hover stabil
Drone dapat melayang di satu titik sehingga operator bisa fokus pada pengambilan data detil. - Proses lepas landas dan mendarat praktis
Hanya membutuhkan ruang kecil sehingga cocok untuk area perkotaan atau lokasi terbatas. - Fleksibel untuk banyak sensor
Bisa dipasang kamera RGB, multispektral, thermal, hingga sensor LiDAR ringan. - Ideal untuk pemetaan detail
Cocok untuk area kecil hingga menengah, misalnya: konstruksi, inspeksi tower, jembatan, fasilitas industri, dan topografi lokal.
Kekurangan Drone Multirotor
- Durasi terbang terbatas
Mayoritas multirotor hanya mampu terbang 20–45 menit per baterai. - Kurang efisien untuk area luas
Penggunaan baterai yang boros mengurangi nilai ekonomis untuk pemetaan ratusan hektar. - Kecepatan terbatas
Drone tidak dapat melaju secepat fixed-wing sehingga waktu survei menjadi lebih lama. - Beban angkut kecil-sedang
Tidak semua model mampu membawa sensor besar atau LiDAR industri.
Kapan Drone Multirotor Digunakan?
- Pemetaan area < 100 ha
- Inspeksi bangunan dan struktur vertikal
- Pemetaan area perkotaan sempit
- Dokumentasi progres konstruksi
- Pengukuran stokpile tambang (volumetri)
- Pemetaan tanaman hortikultura
Multirotor menjadi pilihan terbaik ketika proyek membutuhkan stabilitas dan detail tinggi dalam radius terbatas.
Drone Fixed-Wing: Kapan Digunakan
Fixed-wing menjadi pilihan para surveyor ketika proyek mencakup area sangat luas. Desain sayap membuat drone ini terbang layaknya pesawat sehingga lebih hemat energi.
Kelebihan Drone Fixed-Wing
- Durasi terbang jauh lebih lama
Beberapa model mampu terbang 60–120 menit. - Efisiensi tinggi untuk area luas
Pemetaan ratusan hingga ribuan hektar dapat diselesaikan dalam satu misi. - Kecepatan terbang tinggi
Cocok untuk inspeksi jalur pipa, transmisi listrik, atau area geografis besar. - Struktur aerodinamis
Stabil saat terbang jarak jauh dan mampu menangani angin moderat lebih baik dibanding multirotor.
Kekurangan Drone Fixed-Wing
- Tidak bisa hover
Drone harus terus bergerak sehingga tidak ideal untuk inspeksi detail. - Membutuhkan area take-off dan landing luas
Landasan atau catapult launcher sering dibutuhkan. - Kurang fleksibel
Tidak fleksibel untuk lokasi sempit atau area perkotaan. - Membawa sensor terbatas
Tidak semua model bisa membawa payload berat.
Kapan Drone Fixed-Wing Digunakan?
- Pemetaan area pertanian, kehutanan, atau tambang > 100 ha
- Survey topografi skala besar
- Perencanaan tata ruang
- Monitoring kawasan konservasi atau pesisir
- Pemodelan lanskap makro
Jika proyek membutuhkan cakupan luas dan waktu terbatas, fixed-wing selalu menjadi pilihan paling efisien.
Drone VTOL & Hybrid
Drone VTOL (Vertical Take-Off and Landing) menggabungkan kemampuan multirotor dan fixed-wing. Teknologi ini semakin populer dalam proyek pemetaan profesional karena memberikan solusi terbaik untuk efisiensi dan fleksibilitas.
Kelebihan Drone VTOL / Hybrid
- Lepas landas vertikal tanpa landasan panjang
Cocok untuk lokasi terpencil atau area dengan ruang terbatas. - Durasi dan jangkauan seperti fixed-wing
Memberikan efisiensi tinggi untuk area luas. - Stabil saat hover
Meski tidak sebaik multirotor, tetap bisa untuk inspeksi cepat. - Payload lebih bervariasi
Beberapa model mampu membawa kamera besar dan LiDAR ringan. - Efektif untuk daerah geografis kompleks
Cocok untuk wilayah pegunungan, hutan lebat, atau garis pantai.
Kekurangan Drone VTOL / Hybrid
- Harga lebih tinggi
Teknologi gabungan membuat biaya investasi lebih besar. - Perawatan lebih kompleks
Sistem mekanis dan aerodinamika lebih rumit. - Proses operasi lebih teknis
Operator harus memahami dua karakteristik terbang sekaligus.
Kapan Drone VTOL Digunakan?
- Survey pertambangan skala besar
- Pemetaan area perkebunan terpencil
- Survey daerah pegunungan dan perbukitan
- Pemetaan garis pantai dan area konservasi
- Proyek yang memerlukan jarak jauh tanpa landasan luas
VTOL menjadi pilihan premium untuk proyek pemetaan profesional yang menuntut jangkauan, efisiensi, dan fleksibilitas tinggi.
Tips Memilih Drone Sesuai Kebutuhan Proyek
Memilih drone tidak bisa sembarangan karena setiap proyek memiliki tujuan dan kondisi unik. Berikut panduan memilih perangkat yang tepat:
1. Tentukan Luas Area Pemetaan
- < 50 ha → Multirotor
- 50 – 200 ha → Multirotor high-end / VTOL kecil
- 200 ha → Fixed-wing atau VTOL
2. Sesuaikan Dengan Tujuan Survey
- Topografi presisi tinggi → Kamera full-frame + PPK/RTK
- Vegetasi atau kehutanan → Multispektral / LiDAR
- Inspeksi vertikal → Multirotor dengan kamera zoom
- Pemetaan makro → Fixed-wing / VTOL
3. Perhatikan Akurasi Data
Periksa:
- Ketersediaan GPS RTK/PPK
- Resolusi kamera
- Stabilitas gimbal
- Kapasitas penyimpanan
4. Pertimbangkan Kondisi Lapangan
- Area sempit → Multirotor
- Daerah berbukit → VTOL
- Lapangan terbuka → Fixed-wing
5. Evaluasi Budget Operasional
- Multirotor → biaya rendah
- Fixed-wing → biaya menengah
- VTOL hybrid → biaya tinggi, tetapi lebih efisien untuk area luas
6. Pilih Drone yang Mendukung Software Fotogrametri
Pastikan drone kompatibel dengan software populer seperti:
- Pix4D
- DroneDeploy
- Agisoft Metashape
- Trimble Business Center
- RealityCapture
7. Pastikan Dukungan After-Sales
Service center, garansi suku cadang, dan pelatihan operator penting untuk keberlanjutan proyek jangka panjang.
Kesimpulan
Jenis drone yang digunakan dalam survey pemetaan memiliki karakteristik berbeda. Multirotor unggul dalam fleksibilitas dan detail, fixed-wing menguasai efisiensi area luas, sementara VTOL menawarkan kombinasi terbaik dari keduanya. Memahami kelebihan dan kekurangan tiap jenis drone membantu operator membuat keputusan yang tepat sesuai kebutuhan proyek.
Pemilihan drone yang tepat akan meningkatkan akurasi data, mempercepat durasi pekerjaan, dan menekan biaya operasional. Dengan perkembangan teknologi sensor, kamera, dan software fotogrametri, industri pemetaan terus berkembang dan memberikan solusi geospasial yang makin presisi.
Ingin meningkatkan akurasi dan efisiensi proyek Anda dengan teknologi drone? Dapatkan panduan lengkap, layanan profesional, dan konsultasi gratis. klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial.
Referensi
- Eisenbeiss, H. UAV Photogrammetry. ETH Zurich.
- Colomina, I., & Molina, P. (2014). “Unmanned aerial systems for photogrammetry and remote sensing.” ISPRS Journal.
- DJI Enterprise Manuals & Technical Papers.
- Pix4D Documentation – Drone Surveying Methods & Best Practices.
- Agisoft Metashape User Guide – Photogrammetry Workflow.
- U.S. Department of Transportation — Unmanned Aircraft System (UAS) Applications in Surveying and Mapping.
- SenseFly (Parrot Group) — Whitepapers & Industry Use Case Documentation.